Peduli muslim Rohingya, Indonesia bangun dua sekolah di Myanmar

KABAR GURU - Dalam rangka menunjukkan kepedulian terhadap warga muslim Rohingya, Indonesia melakukan dukungan berupa pembangunan dua sekolah di negara bagian Rakhine. Dua sekolah tersebut diresmikan pada Sabtu (21/1) lalu.

"Pembangunan dua sekolah ini adalah bagian dari komitmen Indonesia untuk mendukung pembangunan yang inklusif di Myanmar, utamanya di sektor pendidikan," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai acara peresmian dua sekolah dasar bantuan Indonesia di Yangon, Myanmar melalui keterangan resmi diterima merdeka.com dari Kementerian Luar Negeri RI, Senin (23/1).

"Pembangunan dua sekolah ini juga merupakan refleksi konkret dari solidaritas masyarakat Indonesia terhadap saudara-saudaranya di Myanmar," sambungnya.

Indonesia bangun dua sekolah di Myanmar
Indonesia bangun dua sekolah di Myanmar. ©2017 Merdeka.com


Pembangunan tersebut dilakukan, kata Retno, untuk membentuk sebuah sistem pendidikan yang baik. Sebab, pembangunan suatu komunitas dan bangsa tentu berawal dari pendidikan. Retno juga berharap bantuan ini dapat memberi manfaat bagi semua warga di Sittwe.

"Melalui sekolah ini, saya berharap bahwa anak-anak di Rakhine State tidak saja mendapat pendidikan formal, tetapi juga belajar mengenai keberagaman dan toleransi serta menumbuhkan budaya damai dan pluralisme," papar Retno.

Dua sekolah tersebut terletak di Desa La Ma Chae dan Desa Thet Kay Pyia. Keduanya dibangun dari hasil sumbangan kemanusiaan masyarakat Indonesia yang dikoordinir oleh PKPU salah satu anggota Aliansi Lembaga Kemanusiaan Indonesia (ALKI) yang selama ini aktif memberikan bantuan kemanusiaan di Myanmar.


Tak hanya Retno, acara peresemian sekolah ini juga dihadiri oleh Menteri Sosial dan Kesejahteraan, Kepala Menteri, Pejabat Kementerian Pendidikan Myanmar, serta perwakilan beberapa organisasi kemanusiaan Indonesia.

Selain itu, sebanyak ratusan siswa, guru, dan warga setempat ikut antusias menyambut Retno di acara peresmian itu.

"Saya berterima kasih kepada rakyat dan pemerintah Indonesia atas pembangunan sekolah tersebut serta berbagai bantuan kemanusiaan lainnya," kata Kepala Menteri negara bagian Rakhine, U Nyi Pu, dalam sambutannya.

Selain membangun dan menyediakan fasilitas sekolah, Indonesia juga akan memberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas guru-guru yang akan dilakukan di Sekolah Indonesia International School Yangon.

Dengan peresmian dua sekolah baru ini, maka sejak 2014 sudah enam sekolah dibangun oleh Indonesia di negara bagian Rakhine.

Sekian informasi diatas yang kami lansir dari merdeka dan semoga bermanfaat . Update perkembangan terbaru dari dunia Pendidikan Indonesia otomatis di timelne facebook anda dengan like fanpage facebook KABAR GURU. Silahkan kunjungi laman INI untuk kabar lainnya. Terima kasih.