KABAR GURU - Siap-siap Guru Garis Depan (GGD) dan pegawai tidak tetap bidan di
Sulut, akan diangkat jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2017.
Diperkirakan, sebanyak 49.606 orang (lihat grafis, red) akan
direkrut pemerintah pusat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan, usul
CPNS baru untuk guru daerah khusus sudah disetujui Presiden Joko Widodo.
Kuota untuk CPNS GGD baru mencapai 6.296 orang. Mereka adalah yang
lolos seleksi tahun lalu, sehingga nanti tinggal diumumkan.
Muhadjir belum bisa menjelaskan kapan pengumuman itu dilansir. “Yang
jelas, lebih cepat lebih baik,” tutur Muhajdir. Nanti pengumuman resmi
CPNS baru untuk formasi GGD dilakukan Kementerian PAN-RB atau daerah.
Sebab, pada dasarnya mereka adalah CPNS pemerintah daerah (pemda) di
lokasi penempatan.
![]() |
| Prioritas Guru dan Bidan, 49.606 CPNS Diangkat |
Yang jadi tantangan Kemendikbud ialah membentengi para CPNS GGD itu
supaya tetap mengajar di lokasi penempatan. Dirinya menginginkan CPNS
GGD menjadi pegawai Kemendikbud. Supaya, bisa mengontrol langsung.
Namun, rencana tersebut masih akan lama terealisasi. Sebab, dalam aturan
otonomi daerah, guru PNS adalah pegawai pemda.
Senada, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya
Manusia Kesehatan Kemenkes Usman Sumantri membenarkan kabar tersebut.
“Tapi, sampai saat ini belum ada pengumuman resmi terkait persetujuan
pengangkatan 43.310 PTT, yang terdiri atas 39.090 orang PTT, menjadi
CPNSD (daerah) dan 4.220 menjadi P3K (pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja, red),” urai Usman.
Kendati demikian, kabar itu diakui Usman sebagai angin segar bagi
para PTT di bidang kesehatan. Dia berharap pengangkatan tersebut bisa
membuat para CPNS semakin bersemangat dan meningkatkan kinerja.
Ketua Forum Bidan Desa PTT Lilik Dian Ekasari merespons positif kabar
itu. Menurut dia, sudah sepantasnya mereka diangkat karena telah
bertahun-tahun mengabdi. “Selama menjadi pegawai kontrak, kontrak kita
(bidan desa PTT, Red) dari Kemenkes pusat,” jelasnya. Lilik berharap tes
CPNS Juli tahun lalu tidak disia-siakan. Dia tidak ingin ada tes lagi
karena bisa menghamburkan uang negara. Saat ini, ungkap dia, jumlah
bidan PTT mencapai 42.245 orang.
Menurut Lilik, ada sejumlah dampak positif jika bidan PTT segera
diangkat menjadi CPNS. Antara lain menghapus praktik pungutan liar saat
mengurus perpanjangan kontrak sebagai PTT. Kemudian mendukung program
menurunkan angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB) sebagai upaya ketahanan
kesehatan bangsa.
Diharapkannya, pengumuman kelulusan bidan PTT menjadi CPNS keluar
sebelum 8 Maret. Bertepatan dengan diperingatinya Hari Perempuan
Internasional.Terkait hal ini, akan sangat menolong Sulut. Pasalnya, provinsi
paling utara di pulau Sulawesi ini masih membutuhkan ribuan tenaga CPNS.
Apalagi, usulan CPNS kabupaten/kota di Sulut masih sangat tinggi.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut Femmy Suluh menyebut,
pihaknya telah mengantisipasi penerimaan CPNS. Bahkan, telah
mengalokasikan dana untuk seleksi CPNS. “Kita sudah usulkan formasi
sebanyak 211 pegawai ke pusat. Jika disetujui, proses akan langsung
dijalankan,” tegas Suluh, belum lama ini.
Karenanya, dirinya masih menunggu konfirmasi pusat. “Memang jumlahnya
tidak akan diterima semuanya. Namun, jika diterima proses barulah bisa
dilaksanakan,” tandasnya.
Diketahui, setelah berbulan-bulan tidak ada kejelasan, pemerintah
akhirnya memberikan lampu hijau pengangkatan bagi pelamar CPNS tahun
lalu. Bahkan, sudah disiapkan anggaran Rp2 triliun untuk gaji mereka.
Kabar lainnya :
Anggota Komisi II DPR Arteria Dahlan menyatakan sudah bertemu dengan
Menteri PAN-RB Asman Abnur. Hasil pertemuan itu antara lain adalah kuota
CPNS untuk formasi bidan PTT sudah mendapatkan jaminan. “Anggaran sudah
dialokasikan. Informasinya, semua akan diangkat,” beber Dahlan.
Sekian informasi diatas yang kami lansir dari manadopostonline dan semoga bermanfaat . Update perkembangan terbaru dari dunia Pendidikan Indonesia otomatis di timelne facebook anda dengan like fanpage facebook KABAR GURU. Silahkan kunjungi laman INI untuk kabar lainnya. Terima kasih.

