Tunjangan Resmi Naik, PNS Pemkot Makin Tajir

KABAR GURU - Kabar baik untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena tunjangan tahun 2017  dinaikkan. Tunjangan yang dinaikkan adalah pegawai negeri di lingkup Pemerintah Kota. Kenaikan tunjangan itu diumumkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Pernyataan Risma pun disambut gembira oleh aparatur negara di lingkup Pemkot Surabaya.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Walikot Surabaya yang akrab disapa Bu Risma saat menghadiri acara perayaan Natal di Graha Sawunggaling.Dalam kesempatan tersebut Risma berjanji tunjangan dinaikkan tahun 2017.

Tunjangan Resmi Naik, PNS Pemkot Makin Tajir


Tri Rismaharini mengatakan bahwa bayaran PNS perlu ditambah karena APBD Surabaya selalu naik. Menurutnya perekonomian di Kota Pahlawan semakin meningkat karena hasil kerja keras dari para pegawai negeri sipil.

Saat mengumumkan itu diapun meminta semua bertepuk tangan. Tapi Risma mewanti-wanti para pegawai negeri sipil untuk tidak malas setelah tunjangan dinaikkan.

Walkot Surabaya yang menjabat dua periode itu menjelaskan APPBD Surabaya saat ini mencapai Rp 8 triliun. Dengan anggaran tersebut, Risma menganggap kenaikan tunjangan bagi para pegawa negeri adalah wajar.

PNS di Pemkot selama ini memang diberi gaji dan tunjangan cukup besar. Tapi merekapun dituntut untuk bekerja keras. Bahkan jika ada pegawai yang melakukan pelanggaran maka mereka akan dikenai sanksi keras.

Risma dalam sambutannya berpesan bahwa PNS harus profesional. Aparatur negara tidak boleh pilih kasih saat memberikan pelayanan pada masyarakat.

Tri Rismaharini menyebut pelayanan merupakan bentuk pertolongan pada sesama. Dia menyebut menolong tidak harus kaya dulu.

Alumnus ITS itu mencontohkan perawat menolong orang untuk sembuh dan guru membantu mencerdaskan anak. Dia menyebut suatu saat anak itu berhasil dan menghidup orang banyak.

Dalam kesempatan itu Risma juga mengatakan bahwa kesuksesan Surabaya juga harus ditularkan ke wlayah lain. Risma bercerita bahwa dia pernah didatangi oleh 20 ibu jemaat gereja dari Papua.

Dikatakan Risma bahwa mereka ingin diajari membuat berbagai makanan agar yang menjual bakso di Papua bukan orang luar. Risma juga melihat potensi didaerah Indonesia Timur. Dia ingin hasil luat Papua dan sekitarnya masuk ke Surabaya.

Risma mengatakan bahwa teripang di Papua dijual sangat murah dan nelayan sulit memasarkan. Sedangkan di Surabaya teripang yang dikumpulkan nelayan lokal diekspor ke Korea Selatan dan Amerika padahal kecil-kecil.

Sekian informasi diatas yang kami lansir dari newsth.com dan semoga bermanfaat . Update perkembangan terbaru dari dunia Pendidikan Indonesia otomatis di timelne facebook anda dengan like fanpage facebook KABAR GURU. Silahkan kunjungi laman INI untuk kabar lainnya. Terima kasih.