Harap Bersabar, TPP Dibayar Tahun Depan

KABAR GURU - Defisit anggaran membuat pegawai di lingkungan Pemkot Samarinda harus kembali menelan pil pahit. Bagaimana tidak, tunjangan tambahan penghasilan (TTP) mereka ikut tersendat lantaran pemerintah tidak memiliki uang untuk membayarnya. Bahkan berdasarkan informasi yang dihimpun awak media ini, tunjangan tersebut belum terbayar sejak September lalu. 

Hal itu dibenarkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda, Toni Suhartono. Meski demikian, awal Desember pemkot akan mencairkan dana sebesar Rp 20 miliar untuk membayar tunggakan tersebut.  Sayangnya jumlah tersebut hanya mampu mengakomodir TTP seluruh pegawai untuk priode September saja. “Untuk Oktober hingga Desember ditunda dulu. Kita akan bayar tahun depan,” ujar Toni, Kamis (1/12). 

Harap Bersabar, TPP Dibayar Tahun Depan
Ilustrasi


Menurutnya, penundaan pembayaran TTP itu terpaksa harus dilakukan sampai keuangan pemkot benar-benar membaik. Pihaknya juga belum bisa menjanjikan kapan harus ada pembayaran lanjutan tunggakan akan dilakukan. Sebab saat ini, lanjut Toni, uang yang tersedia di kas daerah sangat terbatas. 

“Ya kita bersabar saja dengan kondisi keuangan yang sedang mencekik sekarang. Banyak kebutuhan, tapi uangnya tidak mencukupi,” tuturnya. 

Selain TTP, anggaran untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan pemeliharaan kendaraan dinas juga ikut terkoreksi. “Ya terpaksa mereka (pegawai, Red) harus menggunakan modal pribadi (untuk membeli BBM dan pemeliharaan mobil dinas, Red). Selain itu anggaran perjalanan dinas juga dikurangi,” terangnya. 

Meski demikian, lain halnya dengan insentif guru. Tunjangan bagi para pahlawan tanpa jasa ini tetap dibayarkan. Karena hal itu masuk dalam skala prioritas. Walau masih menunggak, Toni berjanji, khusus insentif guru akan dibayar hingga akhir tahun. “Untuk insentif guru akan dibayarkan penuh, karena ini merupakan instruksi pak wali (Syaharie Jaang, Red). Beliau tidak ingin mengorbankan kepentingan guru,” tutupnya. 
Salah seorang pegawai yang namanya enggan dikorankan mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Karena menurutnya TTP menurutnya sangat berpengaruh besar terhadap roda perekonomian di keluarganya. Apalagi jelang akhir tahun, kebutuhan hidup semakin tinggi. 

“Tadinya saya berharap akhir tahun ini bisa dibayar full. Tapi ternyata hanya sampai September saja. Mau gimana lagi, hanya bisa pasrah. Beberapa tunggakkan utang juga harus saya tunda karena hal ini,” katanya. 

Sekian informasi diatas yang kami lansir dari prokal.co semoga bermanfaat untuk rekan Guru Honorer semua. Update perkembangan terbaru dari dunia Pendidikan Indonesia otomatis di timelne facebook anda dengan like fanpage facebook KABAR GURU. Silahkan kunjungi laman INI untuk kabar lainnya. Terima kasih.