KABAR GURU, TANJUNG SELOR – Pada prinsipnya, Persatuan Guru
Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bulungan akan mendukung dan
melaksanakan apa yang akan menjadi kebijakan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy. Termasuk kewajiban bagi guru untuk berada di sekolah minimal 8 jam dalam sehari.
“Kalau
memang itu sudah menjadi kebijakan Mendikbud, kita harus mendukung dan
ikut melaksanakan dengan bertanggung jawab,” kata Ketua PGRI Kabupaten
Bulungan, Eko Purdianto kepada Tribunkaltim.co, Minggu (6/11/2016).
![]() |
| Seorang guru sedang mengawasi siswa yang mengikuti ujian nasional di sebuah sekolah di Tanjung Selor, belum lama ini. |
Eko
juga berharap agar semua guru bisa menggunakan waktu selama 8 jam
seefektif mungkin. Salah satunya kata dia, mengupayakan agar semua tugas
dan pekerjaan di sekolah, juga harus tuntas di sekolah.
“Usahakan semua tugas dan pekerjaan selesai di sekolah. Tak ada lagi membawa pekerjaan dan tugas lainnya ke rumah,” kata Eko. Terkait jam mengajar guru ini, sebelumnya dilontarkan oleh Mendikbud
Muhadjir Effendy ketika bertemu ratusan guru di aula Universitas
Kaltara (Unikal).
Kedepannya kata Muhadjir, masa depan pendidikan Indonesia ada
ditangan guru, Kepala Sekolah dan Komite Sekolah. Oleh karena itu, dalam
waktu dekat ini, ada perubahan kebijakan khususnya di tingkat
pendidikan SD dan SMP.
Diantaranya, jumlah mata pelajaran di tingkat SD dan SMP akan dikurangi.
Muhadjir mengatakan, masalah terbesar di dunia pendidikan saat ini
adalah rendahnya kualitas guru. Jika bangunan sekolah roboh, menurutnya
masih bisa diperbaiki.
Begitu juga dengan sarana dan parasana yang kurang, masih bisa ditambah.
Tapi jika sudah menyangkut rusaknya mental dan rendahnya kualitas guru,
tidak ada yang bisa dilakukan selain merubah mental dan mendorong guru
bisa lebih profesional.
“Tidak bisa dilakukan apa-apa kecuali mengubah sikap mental dan keprofesionalan guru itu sendiri,” ujarnya.
Jika
dijalankan dengan sepenuh hati kata, guru adalah profesi yang sangat
mulia. Dan sebaliknya, jika tidak sepenuh hati menjalankan tugasnya,
maka bisa jadi kata dia, guru jugalah yang nantinya akan lebih dahulu
menjadi penghuni neraka.
“Kalau tidak sepenuh hati, mungkin guru yang pertama masuk neraka,” katanya.
KABAR LAINNYA :
- Guru Swasta Keberatan Mengajar Delapan Jam
- Luwuk Sulteng, Murid Yang Cerdas! Karna Perntanyaannya Ia Di Beri Uang oleh Mendikbud
- Tanpa Fokus Ke Nilai dan Ujian, 6 Sistem Pendidikan Ini Terbukti Mencerdaskan!
- Guru Patut Disejahterakan dan Dilindungi
Sekian Informasi Guru Jangan Lagi Bawa Tugas Sekolah ke Rumah yang kami lansir dari media online kaltim.tribunnews.com Jangan lupa dapatkan kabar terbaru seputar dunia Pendidikan, Guru, Pns secara otomatis di timeline facebook anda dengan like fanspage KABAR GURU.
Untuk informasi lainnya silahkan kunjungi laman INI. Terima kasih.
Sekian Informasi Guru Jangan Lagi Bawa Tugas Sekolah ke Rumah yang kami lansir dari media online kaltim.tribunnews.com Jangan lupa dapatkan kabar terbaru seputar dunia Pendidikan, Guru, Pns secara otomatis di timeline facebook anda dengan like fanspage KABAR GURU.
Untuk informasi lainnya silahkan kunjungi laman INI. Terima kasih.

