KABAR GURU - Ribuan guru honorer se-Jawa Barat (Jabar) berunjuk rasa di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (31/10/2016). Unjuk rasa honorer se-Jabar yang tergabung dalam Forum Honorer
Kategori 2 Indonesia (FHK2I), Forum Honorer Sekolah (FHS), Forum Guru
Honorer (FGH), dan Forum Operator Pendataan Pendidikan Indonesia
(FOPPSI) itu, menuntut perbaikan kesejahteraan.
Puluhan guru honorer dari Kota Sukabumi juga ikut ambil bagian dalam
unjuk rasa tersebut. Ketua FHS Kota Sukabumi, Erick Chandra menjelaskan,
keterlibatan unjuk rasa di Jawa Barat itu merupakan buah dari tidak ada
jawaban atas upaya audiensi yang dilakukan sebelumnya.
![]() |
| Grafis : Yuzhar / Radar Sukabumi Tuntutan guru honorer di Sukabumi |
“Unjuk rasa ini memang agenda pengurus Jabar, tapi kami juga ikut
terlibat, mengingat upaya audiensi sebelumnya tak mendapat respons,”
jelasnya.
Menurut Erick, dalam unjuk rasa tersebut, para guru honorer
menyampaikan beberapa tuntutan. Yakni, meminta Pemda Jabar untuk
menganggarkan pendidikan khususnya honorer sesuai UMK/UMP.
Meminta jaminan kesehatan bagi honorer se-Jawa Barat, mengajukan
kuota tambahan bagi tunjangan insentif dari Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
“Kami juga meminta pemerintah agar segera menyusun raperda terkait
dengan hak dan kewajiban honorer pada 2017 nanti. Mengingat sejauh ini
Sukabumi mencatat masih kekurangan guru sebanyak 330 orang untuk sekolah
dasar, dari jumlah siswa yang mencapai 12 ribu orang,” bebernya.
KABAR LAINNYA :
KABAR LAINNYA :

