Gaji Guru Honorer Tak Dibayar hingga Meninggal


KABAR GURU - SAMARINDA. Sungguh miris nasib guru honor di SMKN 16 Samarinda. Sebab sudah berjalan enam bulan gaji mereka tidak dibayar. Total tenaga honorer di sekolah yang berlamat di Jalan Bengkuring Raya, Samarinda Utara itu berjumlah 26 orang. Mereka terdiri atas 17 tenaga pengajar dan 9 orang petugas tata usaha (TU). Di sekolah ini memang lebih banyak guru yang berstatus tenaga honorer ketimbang PNS.

Seorang guru honorer yang enggan namanya dikorankan mengaku tidak bisa berbuat apa-apa mengatasi masalah ini. Ditemui Sapos Senin (17/10) pagi, guru tersebut berharap agar gaji mereka segera dibayar oleh pihak sekolah. 
guru mengajar
Ilustrasi guru mengajar

Sejauh ini dia mengaku mencari pekerjaan tambahan untuk menghidupi keluarganya. Dia pun merasa sangat kesulitan dengan biaya hidup yang terus melejit. 

“Setiap hari kami harus makan dan menghidupi keluarga di rumah. Jangankan itu. Ke sekolah pun kami butuh duit untuk membeli bensin. Bayangkan selama 6 bulan kami tidak digaji,” ujar sumber tersebut. 
Hal yang sama juga dirasakan oleh tenaga honorer lainnya. Guru lainnya menyebut, setiap pagi mereka dituntut harus bekerja profesional dalam mengajar. Namun hak mereka tidak dibayar. Apalagi sebagian besar guru honorer ini memiliki beban kreditan dan tanggungan di rumah. 

Diungkapkan sumber ini, biasanya mereka menerima gaji tiga bulan sekali. Untuk uang honornya dia dibayar Rp 10 ribu per jam. Dalam seminggu tenaga honorer ini mengajar sebanyak 26 jam. Sehingga sebulan tenaga honorer ini mendapat gaji sekitar Rp 780 ribu. 
“Sudah kami rapat beberapa kali bersama kepala sekolah. Katanya keuangan daerah sedang defisit,” tuturnya. 

Bahkan diceritakannya, SMKN 16 mempekerjakan seorang wakar. Namun gaji wakar tersebut tidak dibayarv selama tiga bulan. Karena kesehatannya memburuk, wakar tersebut pun memilih keluar dari sekolah. Namun hingga ajal menjemputnya, gaji waakar ini juga belum dibayar lunas oleh pihak sekolah. 

“Apa kami seperti itu juga. Tunggu kami meninggal baru sekolah bayar lunas gaji kami,” terang sumber ini mencontohkan. Ironisnya lagi, saat Lebaran lalu mereka tidak diberi gaji sepeserpun. 
Sejauh ini tidak ada upaya dari pihak sekolah untuk mengatasi permasalahan itu. Padahal para guru ini sangat berharap agar ada solusi yang diberikan. 
Sayangnya, pihak seolah sulit ditemui untuk memberikan klarifikasi terkait masalah ini. Sejumlah pejabat sekolah berwenang yang ditemui Sapos, enggan memberikan keterangan.  Termasuk Wakil Kepala (Waka) SMKN 16, Humas sekolah maupun Kepala TU. Sementara  informasi yang dihimpun awak media ini, Kepala SMKN 16 sudah dua minggi terakhir tidak masuk sekolah. Alasannya menghadiri pernikahan anaknya di luar kota. Hingga berita ini diturunkan media ini tidak mendapatkan klarifikasi dari pihak sekolah. 

Sekian informasi diatas yang Kabar Guru lansir dari http://samarinda.prokal.co semoga bermanfaat untuk pembaca semua. Simak terus kabar terbaru tentang Guru dan dunia Pendidikan Indonesia dengan like fanspage Kabar Guru. Terima kasih