KABAR GURU - Sebanyak 300 tenaga honor kategori dua (K2), baik guru, penjaga sekolah,
dan tenaga harian lepas di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di
lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mendatangi Kantor
Walikota, Rabu (24/8/2016).
Kedatangan mereka tersebut dalam rangka mempertanyakan surat edaran dari Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru M Noer tertanggal 23 Juli 2016 mengenai adanya pengurangan gaji yang terhitung mulai bulan depan.
"Di sini kami berkumpul untuk mempertanyakan pengurangan gaji, di mana gaji awal Rp2,1 juta akan jadi Rp1,6 -1,7 juta. Ini bentuk kekecewan dengan Pemko Pekanbaru maupun Sekko karena kebijakan ini menyakiti seluruh tenaga honor yang digaji melalui APBD," ujar Ketua Forum Komunikasi Tenaga Honorer K2 Kota Pekanbaru M Alamin kepada Riaupos.co.
Ditambahkan Alamin, pihaknya ingin meminta kejelasan mengenai pengurangan gaji tersebut. Apakah Pemko tidak ada uang lagi untuk mengaji. Padahal tenaga honorer telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun untuk Pekanbaru.
"Kami minta sisa honerer K2 ini diangkat jadi PNS, bukan periuk nasi kami yang dikurangi!" katanya kesal.
Kedatangan mereka tersebut dalam rangka mempertanyakan surat edaran dari Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru M Noer tertanggal 23 Juli 2016 mengenai adanya pengurangan gaji yang terhitung mulai bulan depan.
| Foto Honorer K2 Copyright www.riaupos.co |
"Di sini kami berkumpul untuk mempertanyakan pengurangan gaji, di mana gaji awal Rp2,1 juta akan jadi Rp1,6 -1,7 juta. Ini bentuk kekecewan dengan Pemko Pekanbaru maupun Sekko karena kebijakan ini menyakiti seluruh tenaga honor yang digaji melalui APBD," ujar Ketua Forum Komunikasi Tenaga Honorer K2 Kota Pekanbaru M Alamin kepada Riaupos.co.
Ditambahkan Alamin, pihaknya ingin meminta kejelasan mengenai pengurangan gaji tersebut. Apakah Pemko tidak ada uang lagi untuk mengaji. Padahal tenaga honorer telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun untuk Pekanbaru.
"Kami minta sisa honerer K2 ini diangkat jadi PNS, bukan periuk nasi kami yang dikurangi!" katanya kesal.
