TERAPKAN KONSEP MENGAJAR SEBAGAI IBADAH

KABAR GURU - Membuat sekolah berprestasi, sekolah diminati orang tua siswa, dan mendidik siswa berprestasi, serta segudang prestasi lainnya di sekolah, butuh pengorbanan seorang guru. Guru harus bekerja keras, tanpa memedulikan imbalan yang akan diterimanya. Lalu menerapkan konsep mengajar sebagai ibadah dan berbuat baik bagi pendidikan bakal mendapat hasil di kemudian hari, harus dipegang guru.

Hal itu diungkapkan, Saijan, Kepala SD Berprestasi Tingkat Nasional, ketika menyampaikan pengalaman dan tausiah kepada ratusan guru, saat digelar halalbihalal guru TK/RA/ABA/SD/SDLB /MI Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga, di Pondok Pesantren Al Falah Grogol, Rabu (27/7) pagi. Saijan merupakan Kepala SD Muhammadiyah Sapen, Nitikan, Yogyakarta, yang berhasil memajukan pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
Niat Ibadah

Halalbihalal dihadiri Kabid Dikdas Disdikpora Tri Maryanti, Kepala UPTD Sidomukti Ninuk Sri Rejeki, Camat Sidomukti Yayat Nurhayat, Lurah Dukuh Herjuno, pengasuh Ponpes Al Falah KH Maksun, dan tamu undangan. Tausiah yang disampaikannya pria dengan sapaan Pak Ustadz ini cukup menggelitik, karena disertai banyolan, dongeng, kritikan, serta diselingi gerak dan mimik muka lucu, sehingga audien dibuat tertawa. Tidak hanya itu, Saijan juga pandai bernyanyi ala grup nasyid tanpa musik, dengan suara merdu sehingga membuat audien ikut menyanyi. ”Sebelum memulai setiap kegiatan mengajar harus berdoa dengan niat ibadah, sehingga hasil yang diperoleh akan bermanfaat,” ujarnya.
BACA JUGA : TERNYATA MENDIKBUD SAAT INI, PERNAH BERCITA-CITA MENJADI GURU, MALAH JADI MENTERI PENDIDIKAN
Dijelaskan, guru jangan sambat bila input anak didiknya rendah. Namun dengan input rendah mampu mendidik dengan baik, sehingga menghasilkan siswa berprestasi, merupakan hal yang luar biasa. Bila kelak anak didiknya berhasil, maka itu merupakan amal ibadah seorang guru. Dia juga mengingatkan, imbalan guru itu tidak harus gaji, karena imbalan bisa dalam bentuk lain, seperti guru yang diberi kesehatan, anak yang saleh, dan keluarga bahagia. ”Saijan juga meminta agar guru itu banyak belajar dan mengamalkannya agar bermanfaat. Guru juga harus berpenampilan bagus sebagai panutan siswa, serta kreatif dalam menyiapkan pembelajaran,” kata dia.