KABAR GURU - Terkait gonjang ganjing rencana penerapan 'full day school'yang digagas Mendikbud Muhadjir Effendy hingga saat ini sejumlah sekolah di Mempawah masih menunggu kepastiannya. "Kita untuk full day school ini masih menunggulah, karena ini tetapa kebijakan pusat," ujar Kepala SMKN 1 Mempawah Hilir, Abdul Fattah.
Tentu sebagai pelaksana lembaga pendidikan didaerah tak bisa menolak apapun yang menjadi kebijakan pusat. "Kalau pusat mengatakan oke, maka kita akan oke,"ujarnya. Lantaran di tahun 2017 ini untuk SMA dan SMK diambil alih kewenangannya oleh Pemerintah Provinsi. "Jadi dalam arti kata kita ikut aturan saja,"ujarnya.
Namun ia tak menampik jika selama ini pembelajaran di SMKN 1 saja, siswa sudah terbiasa pulang sekitar pukul 15.00 WIB kurang. "Mereka sudah terbiasa pulang,"ujarnya.
Namun jika untuk tingkat SMK ia menilai penerapan ini tidak terlalu memberatkan siswa lantaran tidak jauh beda dengan sebelumnya.
"Kan hanya menambah 15 menit saja,"jelasnya.Apalagi jika penerapan full day scool lebih padat djam belajar, namun jumlah hari dalam sepekan lebih singkat. "Karena Sabtu ditambah libur juga, mungkin mereka akan suka,"jelasnya.
Namun berbeda disisi lain, ia menilai untuk efektifitasnya full day scool masih belunm efesien diterapkan didaerah dengan karakteristik masyarakatnya saat ini. "Kalau bicara efektif, namanya otak siswa ya jenuh juga,"ujarnya.
Terlebih dengan kemampuan belajar anak yang dinilai terbatas.Namun ini yang perlu adalah kreatifitas guru terkait."Ini pandai-pandai guru lagi, kalau misalnya mereka jenuh, harus diselingi dengan kegiatanm inovatif sehingga siswa aktif,"jelasnya.
Sekian informasi diatas yang kami lansir dari tribunnews.com dan semoga bermanfaat . Update perkembangan terbaru dari dunia Pendidikan Indonesia otomatis di timelne facebook anda dengan like fanpage facebook KABAR GURU. Silahkan kunjungi laman INI untuk kabar lainnya. Terima kasih.

