KABAR GURU - Pembuatan Aplikasi Pendidikan untuk
memantau Guru dan murid beraktivitas selama berada di sekolah merupakan
gagasan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan
salah satu Perusahaan Provider terbesar Di Makassar, menelan Anggaran
sebanyak Rp 150 juta.
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi
Selatan, Irman Yasin Limpo mengatakan, khusus aplikasi pendidikan
tersebut, pihaknya menganggarkan pada Anggaran Pokok Belanja Daerah atau
APBD sebanyak Rp. 150 juta.
![]() |
| Ilustrasi |
“Anggaran awal pembuatan aplikasi
tersebut sebesar Rp. 150 juta, yang bersumber dari APBD. Dinas
Pendidikan yang siapkan modulnya, sedangkan alat, jaringan, dan
konstruksi disiapkan Telkomsel,” kata Irman, Kamis, 17 November 2016.
Irman juga mengatakan, seluruh siswa
diwajibkan memasang aplikasi itu, dan aplikasi hanya dibatasi pada
urusan urusan pendidikan.
- Baca juga : Ini Alasan Pentingnya PNS Serahkan SKP
“Kalau dia mau dapat modul hari ini, 15
menit pertama mengajar guru, kita tuntun. Dari guru-guru terbaik di
Sulsel kita himpun, 15 menit pertama dituntun. 16 menit kemudian,
inovasi guru berdasarkan pengetahuan yang didapatkan. Tapi, 15 menit
pertama harus terstandar. Silabus apa yang dia sampaikan,” kata Irman.
Irman menambahkan, aplikasi pendidikan
tersebut harus dimiki oleh semua sekolah, khususnya SMA teraliri fiber
optik, bukan lagi 3G tapi 4G. Absen guru sudah dibuat zona sekolah,
khusus 200 meter dari sekolah. Sehingga, ketika guru keluar dari zona
itu, akan ternotifikasi ke Dinas Pendidikan.
“Kami akan langsung telpon. Dan itu, kalau tidak punya penjelasan, dia akan terpotong di sertifikasinya,” ucap Irman.
- Baca juga : Mendikbud: Yang Penting Gaji Tidak Hilang
Irman menerangkan, dalam satu aplikasi
tersebut, akan menghimpun banyak informasi, yang dinilai tidak akan ada
lagi guru yang rerlambat memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa.
Aplikasi pendidikan tersebut juga bisa diunduh oleh orangtua siswa untuk
memantau anaknya disekolah.
“Guru juga tidak boleh terlambat
mendapatkan pengetahuan tentang apa yang harus dia transfer. Makanya,
kita dengan cepat sebarkan. Di Dinas Pendidikan nanti, ada satu tim
khusus yang menangani IT itu,” tukas Irman.
Aplikasi tersebut rencananya, akan diluncurkan pada 26 November mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional.
Sekian informasi diatas yang kami lansir dari kabarmakassar.com. Update terus perkembangan kabar dari dunia Pendidikan Indonesia terbaru dengan like fanpage facebook kami. Silahkan kunjungi laman INI untuk Kabar lainnya.

