KABAR GURU - Info keluarnya dana sertifikasi adalah kabar gembira yang membuat para guru merasa lega, tenang, dan bahagia. Akan tetapi kabar ini sekaligus membuat mereka gundah, karena untuk mencairkannya, banyak sekali tugas yang harus para guru yang bersangkutan.
Oleh karena itu di bawah ini ada 3 hal yang bisa anda lakukan untuk mengurangi kerepotan Anda ketika mengisi berkas data sertifikasi guru.
1. Biasakan menyimpan file backup setiap pembuatan berkas sertifikasi
![]() |
| Foto : Guru bersertifikasi |
File data backup ini sebaiknya Anda simpan di dalam folder yang aman dan bisa diakses di tahun berikutnya dengan mudah. Karena biasanya syarat sertifikasi, meskipun berbeda tetapi hal itu hanya masalah formatur saja dan tidak dalam substansi isi yang harus Anda isi.
Jika Anda memiliki file data backup maka ketika mengisi berkas persyaratan berkas sertifikasi, Anda tinggal menyalin data lama Anda di dalam file backup tersebut kemudian dipindahkan ke dalam format berkas data sertifikasi yang baru. Dengan cara ini Anda tidak harus mengetik ulang.
Karena jika Anda harus mengetik ulang, maka hal ini akan sangat lama
dan akan sangat melelahkan. Karena banyak sekali data yang harus diinput
mulai dari NUPTK, NIP, data diri, SK pengangkatan dan lain sebagainya.
2. Biasakan memiliki rekap berkas sertifikasi yang sudah tercetak
Jika pada tahun ini anda mengumpulkan 1 berkas sertifikasi sebaiknya
Anda gandakan menjadi dua. Yang pertama dikumpulkan kepada dinas terkait
dan yang kedua Anda simpan sendiri sebagai cadangan ketika akan ada
pembuatan berkas sertifikasi di tahun berikutnya.
Karena jika Anda telah memiliki print out dalam bentuk satu draft
yang telah anda jilid dengan rapi, akan memudahkan saat Anda akan
mengisi data baru Anda untuk mengecek ulang hal-hal apa saja yang
berubah.
3. Biasakan untuk mengecek ulang berkas data sertifikasi Anda sebelum diserahkan
Kebiasaan buruk ketika mengumpulkan berkas sertifikasi adalah tidak
mengecek ulang data-data yang ada. Hal ini biasanya akan merepotkan Anda
sendiri, karena data yang kurang lengkap biasanya akan dikembalikan
oleh dinas terkait.
Jika ini sampai terjadi akan membuat waktu anda terbuang sia-sia,
karena terkadang letak rumah guru yang mengumpulkan data ini dengan
letak dinas terkait sangat berjauhan.
Untuk mengantisipasi hal ini, cobalah ada cek lagi data Anda secara
berulang-ulang terutama pada nama Kepala Sekolah, NIP juga tanggal dan
bulan pencairan sertifikasi. Karena biasanya pada bagian inilah yang
paling banyak terjadi kesalahan.
Inilah 3 tips bagi Anda yang akan membuat berkas data sertifikasi.
Agar kinerja Anda semakin efektif dan waktu anda tidak terbuang sia-sia.
Sekian tips mengenai cara mudah dalam pemberkasan sertifikasi guru. Semoga bermanfaat untuk anda semua. Informasi diatas Kabar Guru kutip dari http://erudisi.com. Jangan lupa update terus perkembangan kabar mengenai Guru dan dunia Pendidikan lainnya dengan like fanspage facebook kami. Untuk kabar lainnya silahkan kunjungi laman INI.

