KABAR GURU - Upacara 17 agustus memperingati detik-detik proklamasi di Ternate, Maluku Utara ternodai. Penyebabnya, ratusan guru didaerah itu diduga diusir tidak bisa mengikuti Upacara.
Lantaran, mereka tidak mendapatkan ID Card sebagai peserta upacara 17 Agustus yang dipimpin langsung oleh Walikota Burhan Abdurahman, Rabu (17/8) di lapangan Ngaralamo Soa-Sio, Ternate Utara.
Menurut Kepala BKD Kota Ternate, Junus Yau, peserta upacara itu dibekali dengan ID Card. “Mereka tidak ada id card, berarti bukan peserta Upacara” Kata Junus, dengan nada datar.
Pernyataan kepala BKD ini memancing amarah sejumlah guru yang tergabung dalam persatuan guru Republik Indonesia (PGRI), mereka menyesali tindakan kepala BKD yang diduga mengusir guru saat berusaha masuk jelang Upacara, Rabu pagi.
“Kami sangat menyesal, apa yang disampaikan kepala BKD”Kata guru-guru, berteriak histeris.
Ketegangan pun sempat terjadi, Pemkot terpaksa menerjunkan Satpol PP untuk menghalau guru keluar dari arena Upacara.
Aksi itu membuat adu mulut dan saling dorong, hingga satu guru terpaksa nekat mencopot baju kebesaran Korpri demi menaruh kekesalannya terhadap pejabat yang menjadi panitia upacara.
Kendati begitu, Junus Yau, kembali menegaskan, bahwa ini hanyalah miss komunikasi, Junus menambahkan, mengenai insiden itu semuanya sudah di atur dalam Aparatur Sipil Negara(ASN).
Insiden ini juga memicu kepala dinas pendidikan Muhdar meneteskan air mata, setelah mendengar keluhan langsung dari para guru. Sayangnya, Muhdar tidak ingin di wawancarai Wartawan.
sumber : detiknews.com
BACA JUGA :

