KABAR GURU - Kasus pemukulan guru SMKN 2 Makassar oleh oknum orang tua murid membuat polisi harus menyita cincin akik ini sebagai barang bukti. Batu akik ini terpaksa berhadapan dengan hukum karena digunakan untuk mencederai guru.
“Alat yang digunakan untuk memukul korban, salah satunya cincin batu akik yang berasal dari sungai sudah kami sita,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Besar Makassar, Kompol Musbagh Niam kepada MAKASSARTERKINI.com, Selasa 16 Agustus 2016.
![]() |
| Gambar doc : makassarterkini.com |
Kondisi Guru Dasrul (52) yang mengajar di SMK 2 Makassar kini mulai membaik. Ia menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara selama delapan hari setelah dikeroyok Adnan Achmad, bersama anaknya MAS (15), siswanya sendiri.
Akibat dari pengeroyokan yang dilakukan ayah dan anak tersebut, tulang hidung Dasrul goyang. Sehingga harus dioperasi lantaran mengeluarkan darah. Cedera tersebut diduga karena cincin batu akik yang dikenakan orang tua siswa saat memukul Dasrul.
Dasrul mengaku, saat ia dikeroyok memang ada benda keras yang sempat menghantam hidungnya. “Kemungkinan cincin yang digunakan pelaku saat melayangkan pukulannya terhadap saya, namun saya tidak begitu jelas karena kejadiannya begitu cepat,” jelasnya.
Peristiwan pengeroyokan guru Dasrul terjadi saat siswa MAS mengeluarkan kata kata tidak pantas kepada Dasrul. MAS mengaku dipukul Dasrul kemudian melapor ke orang tuanya. Tanpa piker panjang, orang tua MAS langsung datang ke sekolah menemui Dasrul dan memukulnya tepat mengenai hidung.(makassarterkini.com).
Sekian dan terima kasih sudah berkunjung.

