Gaji Guru Honor Naik

KABAR GURU - Kabar gembira bagi para guru honor di metropolis. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan menganggarkan dana untuk menunjang kesejahteraan tenaga pendidik tersebut. “Terus terang saya sedih mendengar gaji guru honor yang jauh dari kata layak,” ujar Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda SH usai peresmian Gedung PGRI Kota Palembang, kemarin (21/1).

Maka itu, pihaknya berharap jangan ada gaji guru honor yang masih Rp250 ribu-300 ribu per bulan. Ia berjanji ke depan akan segera menganggarkan dana melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) untuk menambah gaji guru honor sebesar Rp500 ribu per bulan.
“Sekolah tak boleh memotong. Perjuangan guru sangat besar dan patut untuk dihargai semua jasanya. Tanpa seorang guru, tak akan ada banyak orang yang sukses seperti saat ini termasuk dirinya,” tuturnya. Mengenai sumber anggaran, lanjut dia pihaknya belum dapat memastikan apakah dari APBD kota Palembang atau dari sekolah sendiri.



Sementara itu, Ketua PGRI Kota Palembang, Hasanuddin mengatakan saat ini ada sekitar 1.000-an guru honor di metropolis. Diakuinya, masih banyak guru honorer yang mendapatkan gaji hanya sekitar Rp200- ribu 300 ribu per bulan. "Kita bersyukur, namun sejauh ini masih menunggu regulasi Pemerintah Kota Palembang untuk menambah gaji guru honorer. Apakah nantinya ada anggaran dari APBD kota atau sharing dari dana BOS. Kita belum tahu karena itu kita masih menunggu ini," tegas dia.

Ia berharap gaji guru honorer tak jauh berbeda dari nilai UMK Palembang yang ditetapkan agar kesejahteraan guru dapat lebih baik. Terkait Konferensi PGRI II Kota Palembang dan peresmian Gedung Baru PGRI hendaknya dapat membuat guru lebih baik lagi. "Konferensi ini juga sebagai evaluasi kinerja pengurus tahun lalu dan sekaligus akan mengisi kekosongan tempat agar dapat bekerja lebih maksimal," tukasnya

Sementara Ketua PGRI Sumsel yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto Spd MM menyampaikan kabar gembira bagi 398 guru honor K2 yang belum lulus. Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang pada 2017 telah menganggarkan dana untuk honor sebesar Rp500 ribu per bulan. “Ini sudah berlaku sejak Januari 2017 ini,” ujarnya

Ditegasnya adanya penambahan tunjangan ini, Zulinto menjelaskan kepala sekolah dan pihak sekolah dilarang untuk mengurangi dan memotong honor yang selama ini sudah diberikan. “Kita akan data ulang guru honor,” tegasnya. Selain itu, dalam pengurusan administrasi di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang dilarang ada pungutan apa pun.

Khusus honor yang diangkat oleh sekolah pihaknya akan mengusul ke Pemkot Palembang untuk dianggarkan diberi insentif dari APBD. “Ke depan kita berharap ada standar dari Pemerintah Kota Palembang untuk gaji guru honor dan tenaga honor di sekolah,” terangnya lagi. Diketahui, saat ini di Palembang kekurangan guru mencapai 1.200 orang yang ditutupi dengan memberdayakan guru honor di sekolah. “Pada 2018 nanti kekurangan guru mencapai 1.800 orang,” tukasnya.

Sekian informasi diatas yang kami lansir dari sumeks.co.id dan semoga bermanfaat . Update perkembangan terbaru dari dunia Pendidikan Indonesia otomatis di timelne facebook anda dengan like fanpage facebook KABAR GURU. Silahkan kunjungi laman INI untuk kabar lainnya. Terima kasih.